Aku tak pernah meminta dirimu menjadi sempurna, karena aku tahu betul bahwa kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata, tak pernah menjadi hak manusia untuk memilikinya. Dari dirimu, aku tidak menuntut apa-apa yang muluk, tidak pula mengharap yang berlebih. Aku hanya menginginkan satu hal yang sederhana namun begitu berarti — rasa syukurmu, atas hidupmu. Sebab bagiku, disyukuri jauh lebih berharga daripada disanjung, dan dihargai keberadaannya jauh lebih indah daripada dipuja kesempurnaannya.