Sebagaimana matahari tidak diciptakan oleh cahayanya sendiri, angka satu tidak dibentuk oleh angka-angka yang mengikutinya, ia sekadar memancarkan wujudnya agar alam semesta dapat mulai menghitung keberadaannya.
Angka 1 diposisikan bukan sebagai sekadar urutan pertama dalam berhitung, melainkan sebagai prinsip tertinggi. Ia adalah sang sumber (Matahari) yang utuh pada dirinya sendiri, sementara semua hal lain di alam semesta (angka-angka lain/cahaya) hanyalah cerminan atau pengulangan dari keberadaan Sang Angka Satu tersebut.