"Tiada kekayaan yang lebih utama dari pada akal. Tiada keadaan yang menyedihkan daripada kebodohan. Tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan"
Ali bin Abi Thalib
Kutipan di atas dapat di artikan sebagai simfoni nasihat yang menempatkan martabat manusia bukan pada apa yang ia genggam, melainkan pada yang ia tanam dalam jiwanya. Dapat di simpulkan bahwa Akal adalah mesinya, pendidikan adalah bahan bakarnya, dan keselamatan dari kebodohan adalah tujuanya. inilah kekayaan sejati yang membuat manusia tetap "hidup" bahkan setelah raganya tiada.