Percayaku padamu bukan kebetulan, itu pilihan — sama seperti Patrick yang memilih percaya pada Spongebob bukan karena semua masuk akal, tapi karena hati sudah lebih dulu yakin sebelum pikiran sempat bertanya.
Percayaku padamu bukan kebetulan, itu pilihan — sama seperti Patrick yang memilih percaya pada Spongebob bukan karena semua masuk akal, tapi karena hati sudah lebih dulu yakin sebelum pikiran sempat bertanya.