✦ ✦ ✦
Ada ketakutan yang aneh dalam diriku—aku takut pada kecemasan itu sendiri, pada caranya diam-diam menyusup dan mengambil alih pikiran yang seharusnya tenang. Aku takut pada malam yang tiba-tiba terasa terlalu sunyi untuk dipikirkan, pada dada yang sesak tanpa alasan yang bisa kujelaskan, pada bayang-bayang kekhawatiran yang tumbuh lebih besar dari kenyataan yang sebenarnya. Namun perlahan aku belajar, bahwa kecemasan bukanlah musuh yang harus kulawan mati-matian, melainkan tamu yang datang mengingatkan bahwa aku peduli, bahwa aku masih ingin menjaga apa yang berharga dalam hidupku. Barangkali menjadi tenang bukan berarti tak pernah cemas, melainkan belajar duduk berdampingan dengannya, sambil perlahan meyakinkan diri sendiri bahwa aku akan baik-baik saja.
✦ ✦ ✦