Ada suara-suara tertentu yang membuat dadaku menciut sebelum sempat mengerti maksudnya. nada tinggi, kata yang tajam, semua terasa seperti ancaman meski mungkin hanya teguran biasa. Air mata datang lebih cepat dari kata-kata pembelaan, dan aku hanya bisa diam, seperti anak kecil yang belum tahu caranya menjelaskan bahwa ia sedang gemetar dari dalam. Aku menulis ini dengan tenang, seperti langit sore yang menyimpan hujan yang belum jatuh.
