“
Kaulah matahari, kaulah naungan,
dua rupa yang tak pernah kupahami sekaligus.
Aku tak tahu apa-apa selain ini,
hanya sebanyak ini yang mampu kumengerti.
Kepalaku tertunduk dalam pertobatan,
mencari jalan yang sempat hilang kupijak.
Apa yang harus kulakukan,
selain kembali, dan terus kembali kepada-Mu?
— Fellaat