Melalui bingkai jendela yang baru, mataku terbuka pada sebuah niscaya. Apa yang terindah telah dilukiskan oleh semesta, sebuah realita yang tak mungkin lagi kusangkal. Meski begitu, di antara kepasrahan ini, jiwaku masih diam-diam merajut angan tentang hal-hal yang tak pernah terjadi.